Scroll untuk baca artikel
Berita

Agita Nurfianti Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada Orang Tua dan Siswa SDN 063 Kebon Gedang Bandung

66
×

Agita Nurfianti Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada Orang Tua dan Siswa SDN 063 Kebon Gedang Bandung

Sebarkan artikel ini
Agita Nurfianti Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada Orang Tua dan Siswa SDN 063 Kebon Gedang Bandung
Agita Nurfianti Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada Orang Tua dan Siswa SDN 063 Kebon Gedang Bandung
Example 468x60

BANDUNG – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sekaligus anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Agita Nurfianti, S.Psi., melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SDN 063 Kebon Gedang Bandung, Kelurahan Kebon Gedang, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

Kegiatan tersebut diikuti para orang tua murid SDN 063 Kebon Gedang Bandung dan dihadiri jajaran pimpinan sekolah serta sejumlah tamu undangan. Sosialisasi dikemas dalam seminar interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab.

Example 300x600

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala SDN 063 Kebon Gedang Bandung. Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Agita Nurfianti bersama tim DPD RI Jawa Barat.

Menurutnya, pemahaman mengenai Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika perlu ditanamkan sejak dini kepada para pelajar.

Agita Nurfianti menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SDN 063 Kebon Gedang Bandung untuk memperkuat wawasan kebangsaan.
Agita Nurfianti menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SDN 063 Kebon Gedang Bandung untuk memperkuat wawasan kebangsaan.

“Empat Pilar ini bukan hanya hafalan, tetapi nilai yang harus hidup dalam keseharian siswa agar tumbuh rasa cinta tanah air dan tanggung jawab sebagai warga negara,” ujarnya.

Pancasila hingga Bhinneka Tunggal Ika

Dalam sesi utama, Agita Nurfianti menjelaskan kedudukannya sebagai anggota DPD RI yang secara otomatis menjadi bagian dari MPR RI. Ia menerangkan bahwa MPR RI terdiri atas seluruh anggota DPR RI dan DPD RI, dengan salah satu tugasnya melakukan sosialisasi ketetapan MPR, termasuk nilai-nilai Empat Pilar.

Agita kemudian memaparkan peran masing-masing pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila dijelaskan sebagai dasar dan ideologi negara sekaligus sumber dari segala sumber hukum. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam pembentukan peraturan perundang-undangan.

Sementara UUD 1945 merupakan konstitusi sekaligus hukum tertinggi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang mengatur hak dan kewajiban warga negara. Salah satunya adalah hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan.

Adapun NKRI, menurut Agita, merupakan bentuk negara Indonesia yang harus senantiasa dijaga keutuhan dan kedaulatannya oleh seluruh elemen masyarakat.

Sedangkan Bhinneka Tunggal Ika menjadi prinsip penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Nilai tersebut juga dinilai relevan diterapkan di lingkungan sekolah untuk mencegah berbagai bentuk konflik sosial, termasuk perundungan atau bullying.

“Perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan, bukan menjadi alasan untuk saling merendahkan,” menjadi salah satu pesan penting dalam pembahasan mengenai Bhinneka Tunggal Ika.

Ajak Orangtua Murid Berdialog

Suasana sosialisasi berlangsung semakin interaktif ketika Agita mengajak para orangtua murid berdialog dan menjawab sejumlah pertanyaan mengenai Pancasila.

Beberapa orangtua murid mampu menjawab pertanyaan terkait simbol-simbol sila Pancasila beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh yang dibahas adalah pelaksanaan ibadah sebagai bentuk pengamalan sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dialog tersebut menjadi bagian penting dalam sosialisasi karena peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga diajak menghubungkan nilai-nilai kebangsaan dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Menutup kegiatan, Agita menjelaskan bahwa menjadi anggota DPD RI membutuhkan proses seleksi yang ketat serta tanggung jawab untuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan amanah sebagai wakil daerah.

Dengan latar belakang pendidikan psikologi, Agita juga menilai keberagaman latar belakang keahlian anggota DPD RI dapat memperkaya kontribusi lembaga tersebut. Keahlian tersebut dapat mendukung kerja berbagai komite yang menangani bidang seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut, diharapkan wawasan kebangsaan masyarakat, khususnya generasi muda, semakin kuat. Selain itu, pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika diharapkan mampu membentuk kesadaran generasi muda untuk menjaga persatuan, demokrasi, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *