Scroll untuk baca artikel
Berita

Peran Penting Kader PKK Sebagai Garda Terdepan Penguatan Empat Pilar Kebangsaan di Bandung

18
×

Peran Penting Kader PKK Sebagai Garda Terdepan Penguatan Empat Pilar Kebangsaan di Bandung

Sebarkan artikel ini
Agita menjelaskan, empat pilar yang disosialisasikan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Sosialisasi ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman sekaligus pengamalan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui peran strategis kader PKK di tingkat keluarga dan masyarakat.
Agita menjelaskan, empat pilar yang disosialisasikan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Sosialisasi ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman sekaligus pengamalan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui peran strategis kader PKK di tingkat keluarga dan masyarakat.
Example 468x60

BANDUNG (7/9) — Peran ibu-ibu kader PKK Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dinilai tidak hanya penting dalam urusan keluarga dan sosial kemasyarakatan, tetapi juga strategis dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan. Pesan itu disampaikan Anggota Komite III DPD RI Daerah Pemilihan Jawa Barat, Agita Nurfianti, saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada 100 kader PKK di Kelurahan MaleerKecamatan BatununggalKota Bandung, Minggu (7/9). Dalam forum tersebut, Agita mendorong kader PKK untuk terus menjaga semangat pengabdian di tingkat keluarga dan lingkungan. Ia menilai kegiatan PKK sehari-hari, mulai dari pelayanan kesehatan hingga pertemuan warga, merupakan kerja nyata yang sejalan dengan pengamalan pilar-pilar kebangsaan. “Alhamdulillah, ya, Ibu-Ibu, dengan menjadi kader PKK, ibu-ibu semua sudah menjadi bagian penting dari penguatan nilai-nilai kebangsaan. Mari kita terus semangat dan lanjutkan perjuangan ini,” ujar Agita di hadapan para peserta.

Empat Pilar: Dari Ruang Kelas Konstitusi ke Praktik Sehari-hari

Agita menjelaskan, Empat Pilar Kebangsaan yang disosialisasikan meliputi PancasilaUndang-Undang Dasar 1945Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Sosialisasi ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman sekaligus pengamalan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui peran strategis kader PKK di tingkat keluarga dan masyarakat.

Example 300x600

Pancasila: Gotong Royong dan Musyawarah dalam Kerja PKK

Pada pilar pertama, Agita menekankan Pancasila terwujud sebagai semangat gotong royong dan musyawarah. Menurutnya, berbagai program PKK merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila. Kegiatan seperti Posyandu, kerja bakti, dan rapat musyawarah mencerminkan nilai kepedulian sosial dan demokrasi. “Misalnya saat ibu-ibu menyelenggarakan Posyandu, itu adalah bentuk dari kepedulian dan gotong royong yang merupakan nilai-nilai utama Pancasila,” kata Agita.

UUD 1945: Hak Dasar Warga dan Peran Kader di Pendidikan-Kesehatan

Pilar kedua, UUD 1945, dipaparkan sebagai landasan konstitusional yang menjamin hak dasar warga negara, termasuk hak atas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Agita menilai kader PKK selama ini ikut menguatkan amanat konstitusi melalui pengelolaan PAUD, penyuluhan hak dan kewajiban keluarga, hingga pelatihan keterampilan bagi perempuan dan generasi muda. “Apa yang ibu-ibu lakukan selama ini sejatinya adalah wujud nyata pelaksanaan amanat konstitusi,” ujarnya.

NKRI: Persatuan Dibangun dari RT/RW

Pada pilar ketiga, Agita menekankan NKRI sebagai perekat persatuan yang justru dibangun lewat aksi-aksi kecil di lingkungan. Kegiatan PKK di tingkat RT/RW, menurutnya, memperkuat rasa kebersamaan dan cinta tanah air. Ada banyak kegiatan, seperti kerja bakti, pertemuan rutin, hingga aktivitas lingkungan yang menyatukan warga lintas latar belakang. “Dari hal kecil seperti kerja bakti dan arisan RT, ibu-ibu sudah memperkuat pondasi NKRI,” tegas Agita.

Bhinneka Tunggal Ika: Harmoni Dalam Keberagaman

Pilar keempat, Bhinneka Tunggal Ika, ditekankan sebagai praktik harmoni dalam keberagaman. Agita menyebut PKK menjadi contoh bagaimana perbedaan budaya, adat, maupun agama dapat diakomodasi dalam semangat kebersamaan. Ia mencontohkan pelatihan atau kegiatan PKK yang diikuti berbagai kalangan sebagai bentuk sikap saling menghargai dalam forum warga.

Peran Penting PKK

Di akhir kegiatan, Agita menegaskan kembali bahwa kader PKK mempunyai peran penting. PKK adalah pilar penting penguatan masyarakat. Ia menilai para kader telah menjalankan peran strategis dalam penguatan empat pilar kebangsaan: menjadi teladan nilai Pancasila dalam tindakan sehari-hari, menjadi penggerak keluarga dan masyarakat, menjaga semangat gotong royong, serta menjadi perekat keberagaman dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. “Mari kita teruskan semangat perjuangan ini, ibu-ibu. Semangat!” pungkas Agita, disambut tepuk tangan meriah para peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *